Sabtu, 25 Oktober 2008

Yuddy Chrisnandi Siap Jadi Capres


Waktu sudah beranjak petang ketika Yuddy Chrisnandi bertamu ke Tribun, Jumat (24/10). Mengenakan kemeja putih bergaris putih dibalut jas berwarna gelap, politisi Golkar yang kerap mengambil sikap berlawanan dengan pola fikir sejumlah elite di partainya ini bercerita banyak hal. Sikap kritis itu dia bangun karena ingin melihat Indonesia maju. Apa saja yang dikemukakan anggota politisi yang kerap dicap sebagai orangnya Akbar Tanjung ini?
Sambil bercanda Yuddy bertanya, kenapa hampir dalam setiap kunjungan ke kampung halamannya sendiri JK disambut demo? kata Yuddy memulai perbincangan sembari menyerahkan buku karyanya Beyond Parlemen dan Perubahan Akan Datang.
Yuddy mengemukakan pentingnya melakukan reformasi di tubuh Golkar. Perlawanan yang dia lakukan dia anggap justru akan membuat Golkar akan semakin kuat. Kaderisasi harus jalan dengan mengedepankan kompetensi kader. Bukan kedekatan dan kepentingan untuk melanggengkan kekuasaan seseorang.
Yuddy salut dengan proses kaderisasi yang dilakukan salah satu partai di negeri ini. Menurut dia partai berbasis Islam tersebut memiliki pola kaderisasi yang sangat jelas sehingga bisa menghasilkan kader-kader yang benar-benar berbobot sebagai pelanjut kepemimpinan.
Tentang perubahan yang dia perjuangankan Yuddy mengatakan, perjuangan itu harus dilakukan sejak sekarang agar bisa muncul pemimpin-pemimpin baru yang benar-benar berkualitas.
Yuddy mengkritik partainya yang kurang percaya diri mencalonkan ketuanya sebagai presiden. PBB saja katanya yang tidak lebih besar dari Golkar berani mencalonkan ketuanya sebagai presiden. Kenapa Golkar tidak berani?
Tentang pencalonan dirinya sebagai presiden? Yuddy mengatakan, dirinya siap meskipun itu bukan target utama dari pejuangannya untuk melakukan perubahan.
Tidak selalu pejuang itu akan membawa dirinya menjadi pemimpin puncak. Kita perlu mencari kader-kader yang mampu memimpin negeri ini, kalau ditemukan 98 kader pemimpin yang dinilai layak maka cukup ditempatkan di urutan ke 99 saja.
Kalau semua kader itu tidak sanggup untuk maju maka saya yang berada di urutan ke 99 siap untuk menjadi presiden, kata Yuddy tersenyum.
Untuk kita memperjuangkan munculnya pemimpin baru kalau kita sendiri tidak siap menjadi pemimpin.
Tentang peluang capres dari jalur independen pada pilpres 2009, Yuddy mengatakan, peluang itu hampir mustahil karena waktu untuk menyiapkan perangkat hukumnya sudah memungkinkan dicapai.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: