Sabtu, 11 Oktober 2008

Empat Warga Takalar Tertembak



Protes warga Takalar terhadap manajemen PTPN XIV yang terus bereskalasi dua hari terakhir memakan korban. Dan seperti biasa korban yang jatuh pastilah masyarakat sipil. Mereka tertembus peluru aparat keamanan yang dibeli dari uang rakyat.
Keeempat warga tersebut kena tembakan saat terjadi ketegangan antara polisi dengan warga di sekitar lahan tebu di dekat Pabrik Gula Takalar di Kampung Pakkawa, Kelurahan Parangluara, Kecamatan Polombangkeng Utara (Polut), Jumat (10/10).
Sejumlah warga melakukan unjuk rasa karena menganggap lahan yang digunakan sebagai lahan perkebunan oleh PTPN XIV selama ini adalah hak mereka.
Korban luka tembak adalah Abidin Dg Tika (35), Dg Tojeng (65), Dg Bunga (33), dan Ria (23). Dg Tika mengalami luka cukup parah sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Sedangkan Dg Tojeng mengalami luka di siku, Dg Bunga pada betis kanan, dan Ria terkena peluru karet di bahu kanan.
Sengketa lahan antara sebagian warga dengan PTPN XIV sudah berlangsung dalam lima tahun terakhir. Warga mengklaim area perkebunan tebu milik mereka yang digunakan sebagai kebun plasma intirakyat. Namun PTPN berdalih, kebun tersebut adalah hak milik badan usaha milik negara (BUMN) yang sudah dibeli dari Pemkab Takalar.
Meski warga mengklaim tanah tersebut sebagai hak mereka, namun hingga saat ini, mereka belum melayangkan gugatan hukum ke pengadilan setempat.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: