Senin, 13 Oktober 2008


Puluhan ribu warga yang bermukim di wilayah utara dan timur Kota Makassar kesulitan air bersih karena tidak mendapat pasokan dari PDAM Makassar. Krisis air bersih terjadi di Kecamatan Panakkukang, Wajo, Tallo, Bontoala, Ujungtanah, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya. Total pelanggan PDAM yang bermukim di wilayah ini sebanyak 56 ribu. Duh...jengkelnya
Tribun, Selasa (14/10), mengangkat keluhan pelanggan PDAM di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea bernama Taufik. "Di rumah saya sudah lebih satu minggu tak peroleh air lagi," keluh Taufik.
Berbeda dengan warga Perumdos Unhas dan BTP yang baru sepekan lebih mengalami krisis air bersih, warga Kompleks Nusa Tamalanrea Indah (NTI) mengaku sejak sebelum bulan puasa, mereka sudah kerap tak peroleh air bersih.
"Kok pelayanan PDAM makin tidak beres saja. Katanya ada layanan mobil tangki, tapi sampai sekarang kami tak pernah kebagian air bersih dari PDAM," ujar Aco, salah seorang warga NTI, kemarin.
Mengungsi
Akibat krisis air bersih itu, warga pun terpaksa rela menggunakan kembali air sumur bor. Namun air sumur bor itu hanya bisa digunakan untuk keperluan mandi dan mencuci saja. Sedangkan untuk keperluan memasak, umumnya air sumur bor warga tak bisa digunakan.
"Soalnya kalau air sumur bor bau dan berasa. Sehingga memang tak sehat untuk keperluan masak dan minum," ujar Eki, salah seorang warga BTP dengan nada kesal.
Untuk keperluan memasak, warga pun ramai-ramai membeli air galon. Namun rupanya pemilik usaha air galon isi ulang beberapa hari terakhir ini menaikkan harganya. Pasalnya, sebagian pengusaha air galon itu membeli air bersih langsung ke Kantor Pusat PDAM di Jl Ratulangi, Makassar.
Sebagian warga lain terpaksa memilih mengungsi di rumah keluarganya yang tak mengalami krisis air bersih. Wilayah Makassar yang tak mengalami krisis air bersih adalah yang dilayani IPA Sombaoupu, IPA Ratulangi, dan IPA Maccini Sombala.
Produksi IPA Panaikang Menurun Drastis
DIHUBUNGI terpisah, Humas PDAM Jufri Sakka mengaku sejak beberapa hari terakhir produksi IPA Panaikang menurun drastis. Saat ini kapasitas produksi IPA yang melayani wilayah utara dan timur kota menurun hingga 350 liter per detik.
Padahal produksi normalnya 1.000 liter per detik. Hal ini karena debit air baku dari Sungai Lekopancing pun makin kritis atau turun sekitar 85 persen. IPA Panaikang dibantu suplai air baku dari Intake Mallengkeri.
Namun karena kerap pemadaman listrik, mesin pompa Intake Mallengkeri pun kerap macet. "Sehingga produksi IPA Panaikang yang bisa disuplai ke pelanggan, apa boleh buat tak bisa maksimal. Ini karena memang faktor alam," ujarnya.
Untuk mengurangi beban warga, PDAM sudah menambah jumlah rate pengantaran air bersih melalui mobil tangki. Jika awalnya hanya sekitar 30 rateb sehari, mulai Minggu (12/10), jumlah rate bertambahnya hingga 46 rate.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: