Senin, 13 Oktober 2008

Terkait Insiden Takalar, 9 Brimob Diperiksa




Terkait insiden penembakan di area perkebunan PTPN XIV Takalar beberapa hari lalu, sembilan anggota Brimob yang bertugas di lokasi kejadian diperiksa. Mau tahu penjelasan Kapolda Sulsel?
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Polisi Sisno Adiwinoto yang dikutip Tribun Selasa (14/10) mengatakan, hingga saat ini proyektil peluru karet yang mengena Abidin Daeng Tika (34) saat insiden penembakan di area perkebunan tebu PTPN XIV di Kabupaten Takalar, Jumat (10/10) pagi lalu, belum ditemukan.
"Padahal proyektil peluru karet itu penting untuk mengetahui siapa anggota Brimob Polda yang saat itu melepaskan tembakan ke arah warga," jelas Sisno saat coffee morning di Warkop Phoenam, Panakkukang, Senin (13/10).
Menurut Sisno, kesembilan anggota Brimob yang berada di lokasi kejadian itu masih diperiksa di Markas Polda Sulsel. Senjata para personel Brimob itu juga sudah diambil oleh polda. Polisi juga sudah melakukan olah TKP.
Hasilnya anggota Brimob yang menembak diduga kuat karena telah terdesak. Sebab saat itu mereka dikepung warga yang sebagian membawa benda tajam. Kendati demikian, proses pemeriksaan terhadap anggota polisi tetap dilakukan untuk memastikan apakah mereka hanya akan diberi sanksi administrasi berupa sanksi disiplin atau sanksi kode etik.
"Bahkan tidak menutup kemungkinan kesembilan personel Brimob itu dikenakan sanksi pidana. Jika mereka cukup bukti telah melakukan tindak pidana dalam insiden berdarah tersebut," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Sisno mengabarkan bahwa kondisi korban Abidin Daeng Tika telah berangsur membaik. Diperkirakan dalam pekan ini juga korban sudah dibolehkan meninggalkan Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara untuk kondisi di wilayah sengketa juga sudah kembali tenang.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: