Senin, 24 November 2008

Rujab Bupati Bone Diteror Bom



Reformasi memberi kebebasan warga negeri ini untuk mengekspresikan isi hati dan pikirannnya. Perbuatan yang selama zaman Orde Baru dianggap tabu dan haram dilakukan kini sudah menjadi pemandangan rutin. Liat saja di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Rumah Jabatan Bupatinya diteror bom.
Rumah jabatan Bupati Bone AM Idris Galigo yang terletak di Jl Petta Ponggawae Kota Watampone, menjadi sasaran diteror bom. Sekitar pukul 16.30 wita seorang penelepon bersuara pria memberi tahu bahwa ada bom yang telah diletakkannya di pos penjagaan dan siap untuk diledakkan. Usai memberi peringatan si penelpon langsung mematikan teleponnya.
Hermanto, anggota Satpol PP Bone yang menerima telepon tersebut kemudian menelepon balik karena tiap nomor yang masuk ke telepon rujab dapat dilihat di monitor dan terdaftar. Telepon kemudian tersambung dan diangkat. Namun, penerima telepon mengaku tidak pernah menghubungi nomor rujab.
Pria tersebut mengaku tinggal di Kabupaten Maros belakang Terminal Maros dan mengaku bernama Erwin. Usai menjelaskan identitasnya, pria tersebut menutup teleponnya dan ketika Hermanto menghubungi kembali sudah dalam keadaan tidak aktif. Anggota Satpol PP yang lain kemudian menghubungi salah seorang anggota Unit Buser Polres Bone yang langsung datang menyisir area rujab.
Unit Buser kemudian meminta bantuan jajaran Polres Bone yang lain. Kapolres Bone AKBP Zarialdi didampingi Kasat Reskrim AKP M Yusuf kemudian tiba di rujab dan meminta anak buahnya melakukan penyisiran. Selama dua jam penyisiran, tidak ditemukan benda berbahaya yang menyerupai bom.
"Kami akan berkoordinasi dengan Telkomsel karena nomor yang dipakai pelaku adalah dari operator tersebut. Yang jelas kami akan terus melakukan penyelidikan," kata Yusuf seperti dilansir Tribun Timur, Selasa (25/11).
Sekitar pukul 21.00 wita, anggota jihandak Brimob Kompi C Watampone kemudian melakukan penyisiran setelah terlebih dahulu, area disterilkan. Selain anggota jihandak, diminta yang tidak berkepentingan agar berada di luar kawasan rujab yang akan disisir. Selama satu jam penyisiran, petugas juga tidak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan bahan peledak.
Saat ini AM Idris Galigo sedang menunaikan ibadah haji. Saat kejadian, hanya ada beberapa anggota keluarga yang lain yang tinggal dalam rujab. Tidak terjadi kepanikan pada penghuni rumah. Hingga saat ini polisi masih berjaga-jaga di sekitar rujab. Ruas jalan yang berada di depan rujab ditutup dan kendaraan yang tidak berkepentingan dilarang melintas.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: