Sabtu, 08 November 2008

Siswa SMP Pun Tawuran


Belum hilang rasa sesal dan kecewa akibat bentrokan antar sesama mahasiswa UMI Makassar, muncul lagi kabar yang tak kalah menyesakkkan dada dan mencoreng dunia pendidikan di provinsi ini. Jika di Makassar saling serang dilakukan mahasiswa maka di Bone tawuran justru dilakukan anak-anak berseragam putih-biru dari sekolah berbeda. Ingin disebut lebih hebat dari kakak-kakaknya yang sudah mahasiswa ya? Atau ini tren baru untuk menunjukkan sikap pemberontakan mereka terhadap sistem?
Puluhan siswa SMPN 2 dan SMPN 4 Watampone terlibat saling lempar batu. Meski tidak sedikit yang terkena lemparan namun tak ada dilaporkan yang mengalami luka serius akibat tawuran tersebut.
Namun sejumlah kaca ruangan di kedua sekolah yang bertetangga tersebut pecah. Aparat kepolisian dari Polsek Tanete Riatang mengamankan dua siswa masing-masing satu siswa dari SMP 2 dan seorang siswa dari SMP 4. Keduanya dimintai keterangan sebagai saksi.
Apapun alasannya, aksi saling lempar antar sesama siswa ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah dan pemerhati pendidikan lainnya. Ini sudah menyangkut sikap mental anak didik.
Jika ada dugaan pemicu tawuran dilakukan pihak lain, maka tugas dan tanggung jawab pihak sekolahlah untuk memberi pengertian kepada siswanya agar mereka tetap bisa menjaga ketertiban sekolah.
Sekolah memang tidak bisa diberi tanggung jawab sendiri dalam membina mental anak, tetapi orangtua siswa pun sudah selayaknya memantau perkembangan anak masing-masing.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: