Selasa, 18 November 2008

Mahasiswa-Polisi Bentrok Lagi

Di sebuah poros jalan arah selatan Kota Makassar yang padat, terlihat aksi saling dorong. Tidak sulit menduga apa sesungguhnya yang terjadi di jalan tersebut karena tepat berada di depan sebuah kampus. Kenapa? Karena kemacetan yang terjadi di depan kampus penyebabnya hampir dapat dipastikan adalah karena sekelompok mahasiswa sedang menyampaikan aspirasinya dengan cara lain.


Head line Tribun Timur hari ini, Selasa (18/11), kembali menohok kegelisahan pemerhati pendidikan. Ratusan mahasiswa Unismuh Makassar terlibat bentrok dengan polisi di depan kampus perguruan tinggi tersebut, Senin (17/11). Mereka menggelar aksi memprotes kasus rekan mereka, Basir (19), yang diduga menjadi korban penembakan di Jl Veteran Selatan, Minggu (16/11) dini hari.
Akibatnya, tiga mahasiswa dan seorang polisi dilaporkan terluka. Mahasiswa terkena lemparan batu, sedangkan polisi yang luka akibat dikeroyok saat melintas di depan kampus.
Polisi juga memeriksa tiga mahasiswa dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh Muhlis Madani yang ikut menjadi korban dalam bentrokan tersebut.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Makassar Barat AKP M Nur Akbar mengatakan, kelima korban dari insiden tersebut dimintai keterangan di Mapolresta Makassar Timur.
Insiden ini berawal saat puluhan mahasiswa menutup ruas jalan di depan kampus mereka di Jl Sultan Alauddin sehingga menimbulkan kemacetan hingg dua kilometer.
Sejumlah polisi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Makassar Timur mendesak mahasiswa agar melakukan aksinya di dalam kampus.
Puluhan polisi yang dilengkapi tameng disiagakan sekitar 200 meter dari kampus. Saat polisi mencoba mendekat, beberapa mahasiswa berusaha melawan dan megejar polisi tersebut hingga menjauh dari area kampus.
Suasana pun sempat memanas saat itu. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena hujan yang cukup deras mengguyur.
Saa hujan reda, mahasiswa kembali mulai berorasi. Saat orasi tahap kedua mahasiswa kembli memblokir jalan sehingga tak satupun kendaraan yang bisa melintas di jalan poros yang menghubungan Makassar dengan daerah lain di bagian selatan Sulsel.
Polisi kembali membubarkan aksi tersebut. Namun lagi-lagi mendapatkan perlawanan sengit dari mahasiswa dengan lemparan batu.
Mendapat lemparan batu, barisan polisi yang menggunakan tameng dan membawa pentungan tersebut kemudian merapatkan barisan dan berusaha memukul mundur mahasiswa.
Meski mahasiswa tersebut sudah berada di area kampus akan tetapi batu tetap melayang baik dari pihak mahasiswa maupun dari polisi dan mengenai beberapa sepeda motor yang sedang diparkir depan kampus.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: