Sabtu, 27 September 2008

Warga Miskin Masuk Kantor Gubernur


Sekitar 350 warga miskin yang bermukim di Kota Makassar menyerbu Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (26/9). Ini bukan unjuk rasa. Mereka ke kantor pemimpinnya yang belum setahun terpilih jadi Gubernur Sulsel untuk sekadar minta sedekah. Konon ini sudah menjadi kebiasaan mereka tahun-tahun sebelumnya.
Mungkin mereka mengira Pak Gubernurnya bisa memberi sedikit sedekah karena PSM saja bisa disumbang ratusan juta rupiah. Apalagi mereka yang benar-benar miskin dan papa. Tentu lebih layaknya mendapat uluran tangan.
Meski kedatangan mereka ke kantor pemimpinnya mungkin tidak diinginkan banyak orang, namun alangkah eloknya jika pengambil keputusan di kantor yang berdiri kokoh di jalan protokol tersebut membuat keputusan bijaksana.
Tragedi zakat berdarah di Pasuruan hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi kaum berpunya di daerah ini. Jangan biarkan saudara-saudara kita tetap berada dalam belenggu kemiskinan.
Yang dibutuhkan oleh mereka para pencari zakat itu adalah bagaimana memenuhi kebutuhan dasar mereka. Mereka tidak butuh ceramah tetapi butuh makan.
Mereka datang ke pemimpin mereka yang mereka yakini bisa berbuat lebih banyak untuk kemaslahatan mereka.
Alangkah eloknya jika pemimpin yang dikunjunginya menyambut mereka dengan senyum. Bukan hardikan.
Syukur-syukur jika mereka pulang ke gubuk mereka sembari berdoa Ya Allah Limpahkan Rahmat-Mu kepada pemimpin kami yang telah ringan tangan membantu meringankan beban kehidupan kami.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: