Rabu, 24 September 2008

Subhanallah, Tiga Tahun Warga Makan Nasi Basi


Maha Suci Engkau Ya Allah. Di tengah bulan suci Ramadan-Mu ini masih saja ada hamba-Mu yang harus makan nasi basi. Nasi yang mereka kais dari tempat sampah.
Jumlah mereka tidak tanggung-tanggung, 4o kepala keluarga. Mereka makan nasi basi bukan karena tidak tahu tetapi karena tak mampu secara ekonomi. Ini sudah berlangsung selama tiga tahun lamanya.
Berita yang diturunkan Tribun (Rabu,24/9/08) ini sungguh sangat kontras dengan suasana belanja yang terjadi di sejumah mal. Ribuan orang antre berbelanja menyambut hari-Mu yang fitri.
Lokasi tempat tinggal mereka bukan di pulau yang jauh dari jangkauan kendaraan umum. Mereka ternyata tinggal di Kelurahan Karuwisi Utara di belakang jejeran bangunan jruko megah Karuwisi Trade Centre. Tidak jauh dari Gedung DPRD Sulsel yang setiap hari penghuninya selalu bicara nasib rakyat. Mereka berada hanya berada sepelemparan batu dari Gedung DPRD Sulsel.
Kemana perginya anggota DPRD yang selalu mengklaim diri sebagai wakil rakyat itu? Bukankah di sebelah gedung yang mereka tempati yang dibangun dari uang rakyat itu terdapat 40 kepala keluarga yang terpaksa makan nasi aking?
Wahai wakil parpol yang selalu mengatasnamakan rakyat miskin, di depan matamu ada warga yang benar-benar miskin butuh bantuan. Apa yang kamu lakukan? Berhentilah bicara atas nama rakyat jika masih ada warga di sekitarmu yang kelaparan.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: