Selasa, 23 September 2008

Diamond Didemo Karyawannya


Demo karyawan dan karyawati Swalayan Diamond Mall Panakkukang masih berlanjut. Kalau sebelumnya mereka hanya berunjuk rasa di depan Mall Panakkukang, maka kemarin mereka sudah mendatangi DPRD Kota Makassar, seperti diberitakan Tribun Timur (Selasa,23/9).
Para karyawan berjanji akan terus melanjutkan aksinya sampai perusahaan memenuhi tuntutan mereka. Ancaman itu dikemukakan karena manajemen perusahaan sepertinya kurang merespon tuntutan karyawannya.
Tuntutan para pekerja ini sangat manusia dan mendasar. Meski sudah mengabdi sekitar dua hingga empat tahun namun manajemen Diamond belum juga memberi kepastian status mereka sebagai karyawan.
Buntutnya, perusahaan bisa seenaknya memperlakukan karyawan, termasuk memutuskan hubungan kerja tanma memberi pesangon dengan alasan mereka belum terdaftar sebagai karyawan.
Perlakuan seperti itu sering dilakukan sejumlah perusahaan, khususnya yang padat karya. Mereka umumnya memilih memanfaatkan tenaga kerja dengan sistem kontrak. Kalau kontraknya sudah habis tidak diperpanjang lagi dengan sejumlah alasan yang cenderung dicari-cari.
Perusahaan akan mencari lagi karyawan baru dan memperlakukannya lagi seperti itu. Pola ini dianggap efektif dan biayanya relatif murah dibandingan mengangkat karyawan secara permanen.
Mungkin sudah saatnya regulator membuat aturan yang lebih ketat sehingga perusahaan bisa memperlakukan calon karyawannya secara manusiawi. Regulasi itu hendaknya lebih berpihak kepada pekerja tanpa terlalu membebani perusahaan agar bisa tetap survive tumbuh berkembang karyawannya sebagai salah satu aset.
Ini memang tidak mudah. Tetapi bisa dilakukan jika dilandasi niat yang baik. (Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: