Senin, 15 September 2008

Buruk Rupa Cermin Dibelah


Memalukan. Itu kata yang paling tepat dialamatkan kepada supporter PSM yang hanya mau melihat tim kebanggaannya menang, menang, dan menang. Tidak peduli, mainnya jelek.
Peristiwa di Stadion Mattoanging, Senin (15/9) sungguh sangat memalukan dan mencoreng nilai-nilai sportifitas olahraga. Kalah-menang adalah risiko yang harus diterima dalam sebuah pertandingan.
Bisa dipahami jika supporter kecewa, tetapi itu tidak bisa dilampiaskan dengan merusak fasilitas. Tidak mudah memang menerima kekalahan di kandang sendiri. Di depan penonton fanatik yang tidak rela timnya dipermalukan di depan publiknya sendiri.
Tetapi tindakan supporter itu bukannya membantu PSM yang sehari sebelum pertandingan mengeluh kekurangan dana untuk pengelolaan klub kebanggan warga Makassar dan Sulsel pada khususnya itu.
Peristiwa ini juga bisa menjadi pelajaran bagi pengurus agar tidak mudah mengumbar isi perut organisasinya sendiri karena itu akan berpengaruh terhadap mental pemain.
Apapun alasan buruknya penampilan anak-anak Makassar ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dan mencoba mengoreksi diri. Jangan menyalahkan orang untuk menutupi kekurangan. Ibarat Buruk Rupa Cermin Dibelah.
Harapan terbesarnya adalah perilaku ini tidak terbawa dalam Pilkada Makassar yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Jangan sampai kandidat walikota yang memanfaatkan PSM secara terselubung akan memanfaatkan massa untuk menang meski dia sudah dikehendaki banyak orang lagi.

Tidak ada komentar: