Senin, 29 September 2008

Isu Suap di PSM


Sepekan terakhir, Tribun Timur menempatkan PSM sebagai berita utama di halaman depan Bahkan menjadikannya head line. Apalagi setelah klub kesayangan public Makassar dan Sulsel khususnya ini diperlakukan lawan-lawannya di kandang sendiri. Ujungnya, pemain PSM dituding menerima suap. Khususnya ketika menghadapi Sriwijaya FC, Jumat (26/9).
Kekalahan beruntung yang diderita PSM di kandang sendiri menambah panjang kekecewaan pemain. Mereka tak henti-hentinya dicaci fans beratnya sendiri.
Rangkaian kekalahan yang dialami klub ini memang tidak berdiri sendiri. Sebelum menderita kekalahan beruntung, manajemen pengelola sudah mengirimkan sinyal “kebangkrutan” yang dialami klub. Dan publik bola pun meresponnya secara beragam.
Tragisnya, yang menjadi korban pertama dari kebangkrutan itu adalah pemain dan pelatih. Pembayaran gaji mereka tertunda.
Manajemen pengelola mestinya bijak dan cerdas mengelola permasalahan ini. Kalau tidak, kelangsungan klub menjadi taruhannya. Apalagi, menjelang tur ke Jawa usai lebaran.
Untuk membesarkan sepakbola di Indonesia memang dibutuhkan orang-orang ”gila bola” yang mau mengorbankan daya dan dananya. Artinya, pengelola jangan menjadikan PSM sebagai ladang untuk numpang hidup.(Rusdy Embas)

Tidak ada komentar: