Sabtu, 20 September 2008

Minta BLT, Lurah Tendang Warganya


Nahas betul nasib Sampara Dg Lili. Bukannya dapat dana Bantuan Langsung Tunai alias BLT, malah dihadiahi tendangan oleh lurahnya. Pengakuan pria berusia 70 tahun itu dimuat Tribun hari ini (Sabtu, 20/9).
Menurut pengakuan Sampara, dia datang ke Kantor Lurah Lette sesuai rekomendasi ketua RT-nya untuk mendapatkan BLT yang sudah dibagikan sejak beberapa hari lalu.
Hanya saja, meski ketua RT-nya merekomendasikan bisa mendapat BLT namun nama Sampara ternyata tidak tercatat di Kelurahan Lette sebagai penerima BLT tahun ini. Sehingga kedatangannya ditolak oleh Lurah Lette Fahyuddin dan stafnya.
Jika benar Fahyuddin menendang orang tua sebatang kara yang nota bene adalah warganya sendiri, sungguh sangat memalukan. Pasalnya, perilaku main hakim sendiri tidak mencerminkan karakter seorang lurah yang seharusnya mengayomi warganya.
Kalau hanya gara-gara nama Sampara belum bisa mendapatkan BLT tahun ini karena tidak tercatat sebagai penerima, janganlah dihadiahi tendangan. Karena perlakuan itu sungguh sangat memilukan sekaligus memalukan. Apalagi ini bulan suci Ramadan.
Sebagai pemimpin, Fahyuddin seharusnya memberi penjelasan kepada Sampara secara baik-baik sebagaimana layaknya seorang pemimpin. Bukan penguasa.
Tidak mudah memang menjadi pemimpin. Celakanya yang banyak ditemukan sekarang ini adalah karakter penguasa yang menempati pososi pemimpin.(RUSDY EMBAS)

Tidak ada komentar: