Minggu, 06 Desember 2009

Perwira Polisi Aniaya Warga Pannampu

PulsaSuper.Com
Sikap ringan tangan memang lebih banyak diperagakan oleh pemegang kekuasaan. Apalagi sang pemegang kekuasaan itu berhadapan dengan rakyat jelata. Rakyat yang hanya bisa menerima perlakuan tanpa mampu melakukan perlawanan secara fisik seperti yang dialami seorang warga Kelurahan Pannampu di Makassar.
Berita yang dilansir Tribun Timur, Senin (7/12), yang menyebut seorang perwira polisi menganiaya warga membuat saya tersentak. Seorang perwira polisi berpangkat AKP menganiaya seorang warga.
Akibat penyaniayaan tersebut, korban berusia 43 tahun bernama H Arise itu melaporkan perisitiwa yang dialaminya ke Propam Polda Sulselbar. Usai dianiaya kondisi H Asrie dikabarkan babak belur akibat dipukul dan ditendang berulang kali oleh Psang perwira.
Padahal penyebab penganiayaan itu kabarnya hanay dipicu soal parkir. H Asrie yang sehari-hari berdagang di Pasar Panampu memarkir mobilnya tidak jauh dari rumah sangat sang perwira polisi menyebabkan mobil sang polisi tidak bisa keluar rumah.
Korban mengaku, tiba-tiba didatangi oknum polisi itu dan langsung memukul dan menendang berulang kali.
"Saya kaget, Pak. Tiba-tiba dia datang dan marah serta langsung memukul dan menendang saya berulang kali. Saya seperti hewan saja," ujar korban seperti dilansir Tribun Timur.
Saya tidak habis pikir mengapa begitu mudahnya sebagian saudara kita berlaku kejam cenderung sadis terhadap sesama bangsa sendiri. Bukankah jauh lebih bijaksana jika sang perwira itu ngomong baik-baik dengan korban jika memang jalannya terganggu gara-gara mobil korban?
Tidak mudah memang mengendalikan diri saat sedang emosi. Tetapi sesungguhnya saat seperti itulah sejatinya seseorang bisa menunjukkan ketinggian derajat manusia yang disandangnya.
Saya hanya bisa berucap Subhanallah. Semoga Allah memberi petunjuk kepada hambaNYA yang terlanjur berbuat zalim dan memberi kesabaran kepada hamba-NYA yang teraniaya.(rusdy embas)

Tidak ada komentar: