Selasa, 27 April 2010

Aduh… Makassar Memanas Lagi



Perselihan dua kelompok mahasiswa salah satu kampus perguruan tinggi swasta di Makassar berbuntut panjang. Sejumlah kawasan kos-kosan menjadi sasaran penyerangan yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka akibat tusukan benda tajam.
Apapun pemicu dan motifnya, aksi ini sangat disayangkan. Sejumlah mahasiswa yang tidak tahu duduk perkara justru menjadi korban. Mereka terpaksa mengungsi karena takut diserang. Mereka menjadi sasaran balas dendam.

Insiden ini menunjukkan ada masalah mendasar yang mesti dibenahi. Identitas daerah memang kadang menjadi bagian terpenting bagi pengembangan diri dan kelompok jika dilakukan untuk tujuan positif dan memacu prestasi.

Tetapi identitas daerah ini kadang menjadi bumerang dan entry point bagi kelompok tertentu untuk menciptakan malapetaka.

Betapa mengerikannya, jika merupakan bagian dari kelompok yang dikejar-kejar. Padahal kita sendiri tidak tahu duduk perkara yang dipersengketakan.

Kesepakatan dua kelompok untuk mengakhiri perselihan tersebut dan menyerahkan kepada aparat keamanan untuk menyelesaikannya perlu diapresiasi agar Makassar tetap kondusip untuk semua kelompok.(rusdy embas)
Selengkapnya...

Sabtu, 24 April 2010

Keterlaluan, Rakyat Kebagian Kompor Gas Rusak



Jangan kira mudah membodohi rakyat di pedesaan. Akses informasi yang relatif mudah telah memandu mereka untuk memahami hak-haknya. Liat saja aksi sejumlah warga di Kecamatan Ujung Loe, sekitar 9 kilometer dari ibukota Kabupaten Bulukumba. Mau tahu cara mereka memprotes perlakuan tidak bijak aparat pemerintah?
Setelah menunggu sekian lama, kompor gas gratis yang merupakan hak mereka akhirnya dibagikan juga. Bahagiakah mereka? Ternyata tidak. Mereka ramai-ramai mengembalikan kompor gas tersebut. Rupanya mereka kecewa karena kompor gas tersebut sudah rusak.

Seorang warga mengaku mengembalikan kompor tersebut karena regulatornya rusak.
"Saya kembalikan kompor ini karena tidak bisa digunakan. Tidak bisa mengeluarkan api dan regulatornya rusak," kata Sangkala, Kepala Dusun Kalumeme, seperti dikutip Tribun Timur edisi (Sabtu, 24/4).

Mudah dipahami jika warga gemas dan kecewa. Kompor yang seharusnya membantu meringankan beban ekonomi mereka justru bisa berubah menjadi sumber bencana.

Bayangkan, bukankah relagulator rusak itu berpotensi mendatangkan risiko kebakaran jika dipaksakan digunakan? (rusdy embas)
Selengkapnya...

Jumat, 23 April 2010

Awas, Masih Ada Pemadaman Listrik



Sumpah Demi Allah yang diucapkan General Manager PLN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat, Ahmad Siang, seperti dikutip Tribun Timur beberapa bulan lalu ternyata bukan jaminan pelayanan listrik di Sulsel aman seperti disumpahkan.
Faktanya, masih terjadi pemadaman di sejumlah titik. Di kawasan Alauddin Makassar, Kompleks Tabaria, dan sebagian kawasan Bontoduri, kemarin, listrik padam sejak pukul 13.00 hingga 15.00 wita. Malam sebelumnya, di Kompleks Tabaria, antara pukul 23.30 hingga pukul 01.30 wita, juga terjadi pemadaman listrik.

Kalau sekadar untuk menyenangkan hati gubernur atau bermaksud mempertahankan jabatan tidak perlu bersumpah atas nama Allah Pak Itu sangat berbahaya. Karena kalau tidak bisa terpenuhi kepercayaan publik yang sudah luntur akan semakin merosot.

Saya hanya berharap mudah-mudahan pemadaman ini bukan semacam permakluman kepada publik agar siap-siap menyongsong kenaikan TDL. Alias siap-siap menaikkan anggaran pembayaran listrik.(rusdy embas)
Selengkapnya...

Kasus Dugaan Korupsi Pembayaran Lahan CCC Mulai Liar



Langkah Kejati Sulsel menahan Asisten IV Pemprov Sulsel, Sidik Salam, sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan yang dijadikan lokasi pembangunan Gedung Celebes Convention Centre di Kawasan Tanjung Bunga Makassar mulai liar. Kasus ini bisa menjalar kemana-mana.
Tribun, edisi hari ini (Jumat, 23/4), melansir pernyataan Pengacara Sidik Salam, Tadjuddin Rahman, yang mencurigai keterlibatan Tim Sembilan dalam kasus korupsi pembebasan lahan Celebes Convention Centre.
Bukti keterlibatan mereka sementara dipersiapkan.

Jika pengacara Siddik Salam benar-benar bisa membuka keterlibatan tim sembilan dalam kasus tersebut bisa jadi akan menyeret nama lain. Sebab, sejak awal kasus ini bergulir merebak kecurigaan aroma kolutif dalam pembayaran dana pembebasan lahan tersebut.

Menarik ditunggu pengungkapan data tim kuasa hukum Sidik. Apalagi mereka berjanji selain akan membeberkan sejumlah bukti baru mereka juga akan memutar video rekaman terkait proses pembayaran pembebasan lahan tersebut.(rusdy embas)
Selengkapnya...

Bahagiakan Pasangan Anda

http://www.solusipria.com/?id=embas

Pernah mendengar keluhan rasa tidak puas pasangan Anda? Jika tidak jangan keburu puas dulu sebab tidak semua wanita secara terbuka mau menyatakan penderitaan batinnya setelah berhubungan dengan suami. Berikut tips untuk membahagiakan pasangan.
http://www.solusipria.com/?id=embas
Selengkapnya...

Rabu, 21 April 2010

Gila, Brankas Polda Dibobol

PulsaSuper.Com

Beberapa hari lalu, Tribun menurunkan berita yang sangat miris sekaligus menggelikan. Brankas berisi uang yang ditaksir bersisi Rp 1miliar lebih dibobol. Pelaku pembobolan itu benar-benar hebat. Tapi pelakunya, MALING apa POLISI ya? Ato ada motif lain?
Ini benar-benar tamparan buat kepolisian, khususnya jajaran Polda Sulselbar. Kantor yang sejatinya aman dari aksi pencurian justru dibobol. Artinya, kalau kantornya sendiri tidak bisa diamankan dari aksi nekad para maling, bagaimana mungkin diharapkan menjaga keamanan juta rakyat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat?

Ataukah insiden ini memang merupakan gambaran singkat tentang kinerja aparat kepolisian kita dalam mengamankan negeri ini? Atau hanya akibat dari keteledoran sang penanggung jawab langsung terhadap keamanan brankas tersebut?

Akibat peristiwa itu, 12 orang yang dianggap bertangung jawab telah diperiksa. Bahkan, menurut pemberitaan Tribun yang mengutip penjelasan Kapolda Sulselbar, sudah ada perwira yang terancam dicopot.

Kapolda memang harus bertindak cepat dan tegas karena kalau tidak biayanya sangat mahal. Kepercayaan aparat terhadap jajaran kepolisian akan menurun terus menerus. Apalagi, beredar kabar, isi brankas yang hilang tidak seperi yang dilansir media.

Tentang jumlah ini memang menarik diikuti. Apa benar, brankas milik Polda Sulselbar yang dibobol itu mampu menampung dana sebesar Rp 1 miliar lebih?

Tidak elok rasanya jika kita berprasangka buruk. Kita tunggu saja hasil kerja kepolisian Sulselbar. Bagaimana mereka meringkus pencuri yang berhasil masuk ke lingkungan mereka. Sekaligus bisa menjadi ajang pembuktian bahwa Polisi kita benar-benar bisa diandalkan.(rusdy embas)
Selengkapnya...

Minggu, 11 April 2010

Massa Duduki KPU Maros

Puluhan massa melakukan aksi dan menduduki Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maros, Minggu (11/4). Siapa dan mengapa mereka melakukan itu?
Gara-gara tidak puas dengan hasil penetapan yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maros, puluhan massa pendukung bakal calon Bupati/Wakil Bupati Maros, Irwansyah Kasim-Mustafah Dadi, menduduki Kantor KPU Maros, Minggu (11/4).
Aksi protes itu dituangkan dalam sejumlah spanduk. Isi spanduknya ada yang bertuliskan Nurimran Gagal Menjalankan Amanah di Maros dan Pecat Anggota KPUD Maros.
Massa ini secara bergantian berorasi dan meminta agar KPU Maros meloloskan pasangan yang mereka usung. Pasangan calon bupati dan calon wakil bupati itu dianggap tidak memenuhi syarat sehingga tidak ditetapkan sebagai pasangan yang akan ikut bertarung dengan enam kandidat lainnya.
"Kami tidak puas dan terus menggelar protes lantaran tidak meloloskan Irwansyah," terang koordinator aksi Ilyas Cika yang juga Ketua Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Maros. PDP adalah salah satu partai pengusung pasangan tersebut.
Ilyas menambahkan jika massa akan menduduki KPU sampai pasangan yang mereka usung bisa diikutkan dalam pesta demokrasi 23 Juni mendatang.
Sesuai berita acara nomor 184/BA/IV/2010 tentang penetapan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, dari tujuh pasangan calon, hanya pasangan Irwansyah Kasim-Mustafah, dinyatakan tidak memenuhi syarat.
Enam pasangan calon yang lolos itu, masing-masing dua pasang dari perseorangan dan empat lainnya dari gabungan partai politik. Yakni Prof Dr Muh Asdar-Muh Rijal Assagaf (Asri, independen), A Syahriwijaya-A Burhanuddin PS (Jaya Berbudi, gabungan parpol).
M Hatta Rahman-A Harmil Mattotorang (Hatita, gabungan parpol), A Paharuddin-Devy Khaddafi (PASki, gabungan parpol), Zaenal Abidin Noer-Saladin Hamad Yusuf (indepeden), dan Nur Hasan-A Karim Saleh (Nur-Karim) yang diusung gabungan sejumlah partai.(rusdy embas)
Selengkapnya...