Tampilkan postingan dengan label Bulukumba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bulukumba. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Petani Bulukumba Terancam Gagal Panen

Gara-gara guyuran hujan yang cukup deras beberapa hari terakhir, sejumlah areal persawahan di Kabupaten Bulukumba dikhawatirkan gagal panen. Siapa yang bisa menolong para petani kita itu?
Petani di lima kecamatan kecamatan penghasil padi (Gantarang, Kindang, Rilau Ale, Ujung Loe, dan Bulukumpa) dikhawatirkan tidak bisa panen karena padi mereka terendam banjir akibat tingginya curah hujan.

Miris juga mendengar ancaman kegagalan panen petani itu. Betapa tidak, padi yang sudah susah payah mereka pelihara tidak bisa dinikmati hasilnya. Padahal, masa panen sudah tidak lama lagi.

Tidak ada cari lain, pemerintah daerah harus segera bertindak membantu petani agar mereka tidak menderita kerugian yang terlalu besar.

Langkah terpenting dilakukan pemerintah sejatinya adalah melakukan pencegahan banjir akibat hujan. Karena banjir yang merendam areal persawahan itu juga akibat luapan air sungai.

Tak ada salahnya pemerintah mengalokasikan dana untuk membenahi sungai yang berpotensi mendatangkan banjir saat musim hujan tiba.(rusdy embas)
Selengkapnya...

Sabtu, 24 April 2010

Keterlaluan, Rakyat Kebagian Kompor Gas Rusak



Jangan kira mudah membodohi rakyat di pedesaan. Akses informasi yang relatif mudah telah memandu mereka untuk memahami hak-haknya. Liat saja aksi sejumlah warga di Kecamatan Ujung Loe, sekitar 9 kilometer dari ibukota Kabupaten Bulukumba. Mau tahu cara mereka memprotes perlakuan tidak bijak aparat pemerintah?
Setelah menunggu sekian lama, kompor gas gratis yang merupakan hak mereka akhirnya dibagikan juga. Bahagiakah mereka? Ternyata tidak. Mereka ramai-ramai mengembalikan kompor gas tersebut. Rupanya mereka kecewa karena kompor gas tersebut sudah rusak.

Seorang warga mengaku mengembalikan kompor tersebut karena regulatornya rusak.
"Saya kembalikan kompor ini karena tidak bisa digunakan. Tidak bisa mengeluarkan api dan regulatornya rusak," kata Sangkala, Kepala Dusun Kalumeme, seperti dikutip Tribun Timur edisi (Sabtu, 24/4).

Mudah dipahami jika warga gemas dan kecewa. Kompor yang seharusnya membantu meringankan beban ekonomi mereka justru bisa berubah menjadi sumber bencana.

Bayangkan, bukankah relagulator rusak itu berpotensi mendatangkan risiko kebakaran jika dipaksakan digunakan? (rusdy embas)
Selengkapnya...

Senin, 21 Desember 2009

Pemilik Ruko Tewas Terbakar

Musibah bisa datang kapan saja dan menimpa siapa pun seperti musibah kebakaran yang terjadi di Kota Bulukumba, Minggu (20/12) dini hari. Dua rumah toko alias ruko terbakar yang menyebabkan pemiliknya tewas.
Sebagai kota yang terus tumbuh dan menjadi salah satu daerah yang menjadi titik pertumbuhan di selatan Makassar, Pemerintah Bulukumba seharusnya sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran di ruko-ruko sehingga akan lebih memudahkan penangannya jika terjadi musibah.
Membaca berita Tribun tentang musibah kebakaran tersebut sungguh membuat bulu kuduk saya merinding. Kebayang, betapa menderitanya sang pemilik rumah saat meregang nyawa. PAdahal, di sisi lain, petugas pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api yang mengamuk.
Mereka kewalahan dan terpaksa minta bantuan pemadam dari kabupaten tetangga yang jaraknya sekitar 30-an kilometer dari lokasi kejadian.
Kebakaran itu sudah terjadi dan telah mengambil korban harta dan nyawa. Tidak ada yang perlu disalahkan karena tak seorang pun berharap terjadi musibah.
Hanya saja, sebagai warga tak salah jika berharap kepada pengambil kebijakan di Bulukumba untuk memberi perhatian terhadap ketersediaan mobil pemadam atau mencari upaya lain untuk meminimalisir akibat jika terjadi musibah.
Tapi itu jangan hanya diucapkan sebagai janji saat kampanye Pilkada yang sudah menjelang tetapi dibuat dalam sebuah agenda yang benar-benar akan direalisasikan.(rusdy embas)
Selengkapnya...

Rabu, 16 Desember 2009

Hebohnya Ketua DPRD Bulukumba

Ketika Ketua DPRD Bulukumba Muttamar Mattotorang masuk Lembaga Pemasyarakatan Bulukumba karena kasus korupsi, mantan Ketua DPRD Bulukumba M Arif justru mulai bebas menghirup udara segara setelah menghuni "Hotel Prodeo" sekitar sembilan bulan lebih dengan kasus yang juga terkait dengan uang.
Inikah pertanda hukum sudah ditegakkan? Atau ini juga menjadi salah satu isyarat bagaimana sesungguhnya potret Ketua DPRD Bulukumba dan legislator setempat pada umumnya? Tidak mudah menjawabnya.
Tetapi fakta menunjukkan mereka sudah pernah menjadi penghuni lembaga pemasyarakatan. Tempat yang secara khusus disiapkan untuk memasyarakatkan kembali mereka yang dianggap perlu dimasyarakatakan.
Sebagai warga biasa sedih juga membaca berita tentang mereka. Sedih karena mereka seharusnya menjadi panutan rakyat. Ini terkait dengan status sebagai anggota legislatif yang tentu saja dipilih oleh rakyat.
Fakta tak terbantahkan ini tentu saja akan menjadi catatan bagi rakyat dan akan menjadi jejak rekam yang bersangkutan. Masihkah layakkah mereka menyandang status sebagai wakil rakyat?
Hanya waktu yang akan menjawabnya. Pemilu masih cukup lama. Rakyat masih lupa karena lebih banyak dibebani bagaimana memenuhi kebutuhan.(rusdy embas)
Selengkapnya...