Tampilkan postingan dengan label pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemilu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 April 2009

Caleg PDK Nyaris Adu Jotos

Pemilu 2009 ini membuat banyak orang kehilangan hati nurani. Saling sikut sudah menjadi pemandangan rutin. Itu terjadi menjelang hari pencontrengan dan masa penghitungan suara hasil pemilu. Saling lapor pun di antara sesama kader bukan lagi menjadi masalah tabu.
Tribun Timur, Rabu (15/4) memberitakan adu jotos sesama kader partai yang sama nyaris saja terjadi di Luwu Timur, saat peroses rekapitulasi perolehan suara caleg sementara berlangsung di Kantor Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Selasa (14/4). Dua caleg Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Suparjo dan Juber Sangga, nyaris adu jotos.
Suparjo dan Suber adalah caleg PDK untuk daerah pemilihan (dapil) tiga yang meliputi Kecamatan Mangkutan, Tomoni, Tomoni Timur, dan Kecamatan Kalaena. Suber adalah caleg nomor satu dan Suparjo nomor empat.
Kejadian ini berawal saat Suber yang memperoleh sekitar 600-an suara hendak mengganti saksi dari PDK yang ditugaskan mengikuti proses rekapitulasi perolehan suara di tingkat PKK.
Suparjo yang perolehan suaranya diperkirakan di atas 1.000 menolak rencana Suber tersebut dengan alasan penunjukan saksi mulai dari tingkat TPS, PPK, hingga tingkat KPU, telah disepakati bersama oleh pengurus partai.
Karena keduanya ngotot dengan pendirian masing-masing, adu mulut pun tak terhindarkan. Suasana memanas saat Suparjo melontarkan kata-kata yang tidak dapat diterima oleh Suber.
Beruntung beberapa petugas pengamanan dari kepolisian merelai keduanya sehingga tidak terjadi adu jotos. Hingga kemarin, proses rekapitulasi perolehan suara masih berlangsung di sejumah kecamatan di Lutim. Berdasarkan data sementraa yang dihimpun Tribun, Partai Golkar masih mendominasi perolehan suara.
Partai pemenang pemilu tahun 2004 ini juga dipastikan akan meraih kursi di setiap daerah pemilihan. Dari data sementara, Golkar kemungkinan besar mendapat dua kursi di tiga daerah pemilihan, yaitu dapil 2, 3, dan dapil 4. Sementara untuk dapil 1, Golkar diperkirakan hanya meraih satu kursi.(Rusdy Embas)
Selengkapnya...

Tidak Pilih Caleg, Sembilan Warga Diminta Pindah Rumah

Pemilu baru saja digelar. Hasilnya pun sementara dalam proses penghitungan. Tetapi eksesnya sudah terlihat secara kasat mata. Sejumlah caleg kini meradang. Perbuatan mereka pun kadang melampaui batas manusiawi.
Tribun Timur, Rabu (15/4), memberitakan, sembilan warga yang selama ini menyewa lahan untuk membangun rumah di Lingkungan Cempae, Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, diminta pindah oleh pemilik tanah, Selasa (14/4).
Mereka terdiri atas lima warga RT I-RW V yaitu Bur (50), Lewa (30), Hamzah (30), Ahmad (35), dan Damis (48). Empat lainnya adalah warga RT I-RW Bulonipong, Eko (35), Cengmi (30), Dahlan (70), dan Bidayani (30).
Informasi dari masyarakat setempat, seperti Ketua RT I-RW V Cempae, Asri, menyebutkan, pemilik lahan adalah Abu Nawar yang disebut-sebut sebagai tim sukses caleg PKS untuk DPRD Parepare di Dapil Kecamatan Soreang, Nur Aida Burairah.
Menurutnya, pindahnya kesembilan warga itu terkait Pemilu Legislatif 2009, 9 April lalu. Selama ini, mereka menyewa dengan harga murah, hanya Rp 150 ribu per tahun.
"Penyebabnya seputar pemilihan caleg, pak. Mungkin gara-gara mereka diketahui memilih caleg partai lain, bukan dari PKS," sebuat Ketua RT I-RW V Cempae, Asri, yang menyaksikan warga itu membongkar rumahnya.
"Sekarang mereka belum memiliki lokasi untuk tempat tinggal yang baru. Untuk sementara, mungkin mereka menumpang di rumah keluarganya di sekitar Cempae," kata Aris, yang mengaku telah menyampaikan ke kelurahan mengenai masalah ini.
Asri mengisahkan, pascapemilu, ada beberapa tim pemenangan caleg mendatangi warganya. Mereka meminta kembali barang yang pernah diberikannya, karena warga itu tidak mencontreng calegnya.
"Seperti sarung atau ambal, diminta dicuci kembali untuk dikembalikan," katanya.(Rusdy Embas)
Selengkapnya...